Kamis, 18 Desember 2014

KISAH CINTA SEORANG RAJA

Pada suatu waktu, hiduplah seorang Raja . yang terkenal Adil dan bijaksana tetapi juga penuh belas kasihan kepada rakyatnya. Pada suatu masa pemerintahannya, timbulah wabah kelaparan dan sang raja menyuruh membuat tempat2 penampungan gandum untuk bahan persediaan rakyatnya. Raja sudah membuat peraturan bahwa apabila ada yang mengambil atau mencuri persediaan gandum ini, maka akan dicambuk 100x tidak perduli siapapun dia, tanpa pandang bulu!!
Suatu ketika penjaga mendapati bahwa persediaan gandum dalam suatu lumbung berkurang. Lalu mereka menyadari bahwa persediaan itu telah dicuri pada waktu malam. maka mereka menjebak pencuri itu dan pada malam berikutnya dengan mudah saja mereka menangkap pencurinya. Namun yang membuat para penjaga terhenyak adalah mereka sangat mengenal pencuri itu..!!
Mereka ragu untuk membawa pencuri itu ke hadapan raja, tetapi atas nasihat para pembesar istana mereka akhirnya membawa juga pencurinya. Ketika raja melihat pencuri itu..maka shok lah dia..bagaimana tidak, si pencuri itu tak lain dan tak bukan adalah putranya  sendiri, anak satu-satunya yang dia kasihi.., yang ternyata mencuri untuk membagikan hasil curiannya kepada teman2nya bahkan ada teman2nya yang menjualnya kepada kerajaan seberang yang juga sedang kena krisis kelaparan....
dengan hati sedih sang raja harus menepati janjinya, bahwa siapapun yg mencuri akan dicambuk 100x dan dia sudah menandatangani surat itu dan di stempel dengan tintal emas. itu berarti dia tidak dapat membatalkannya. Dan keputusan ini jga akan berpengaruh terhadap integritasnya selama ini sbg raja yg terkenal adil dan bijaksana.
Ini adalah dilema yang besar..!! Disatu sisi sang raja harus adil karena sudah membuat undang2 dan tidak dapat membatalkan hukuman, tapi disisi lain dia mengasihi anaknya itu..
namun karena hukum harus dijalankan maka ia dengn berat hati harus mengijinkan algojo untuk mencambuk anak yang dikasihinya itu  sebanyak 100x cambukan didepan semua mata rakyatnya.
Namun apa yang terjadi? ketika semua orang sedng menantikan pencambukan pada sang anak raja itu, terdengar suara dari singgasana : "Berhenti!!"
smua mata tertuju pada Raja. kemudia bbrpa org berpikir: bgmana ini? apakah raja akan membatalkan hukuman ini? berarti dia tidak konsisten!! dia ternyata raja yang tidak bijak sana dan tidak adil!!

Namun kemudian sang raja berdiri dan berjalan ke tempat pencambukan, perlahan membuka jubahnya dan bajunya yang penuh dengan hiasan mahal, meletakkan mahkotanya dan membungkuk dengan punggung yang sudah terbuka dan membelakangi sang algojo itu seraya berkata: "Hukuman harus tetap di jalankan, Aku raja yang adil, tetapi aku juga seorang bapak yang bijaksana dan mengasihi anakku. maka aku akan menanggung sendiri hukuman yang harus ditanggung oleh anakku. sekarang wahai algojo, silahkan engkau mencambuk aku, sama seperti engkau mencambuk seorang pencuri..silahkan laksanakan tugasmu dengan baik, aku menunggu.."
sesaat hening...
tahukah anda apa yang terjadi..? semua pasang mata yang menyaksikan kejadian itu menjadi takjub dan terharu serta berlinang air mata.., dan singkat cerita sang raja pun menanggung hukuman putranya dengan dicambuk 100x. Maka rakyat yang menyaksikan itu semakin menghargai sang raja dan manyanjungnya setinggi2nya dan mereka sangat bangga memiliki raja yang berhati mulia.. dan sang anak yang menyaksikan peristiwa itu di depan matanya tidak dapat menahan tangisnya melihat ayah yang dicintainya begitu berhati mulia yang bersedia mengorbankan dirinya untuk menanggung hukuman akibat dari kejahatannya..
---------
saudaraku..dalam kisah ini mengandung pengertian seperti ini: Keadilan tetap dijalankan, namun kasih yang menutupinya.
agar keadilan tetap berjalan, sang raja menggantikan anaknya dan menerima hukuman itu karena kasihnya kepada sang anak, dan anaknya yang melihat itu didepan matanya sendiri menangis tersedu2 melihat pengorbanan ayahnya yang sungguh mulia..

Inilah yang dilakukan Allah terhadap manusia.., Allah maha adil tetapi Dia juga maha kasih dan maha pengampun.. tidak bisa dipisahkan saudaraku..harus berjalan bersama..oleh karena itu Yesus Kristus turun ke dunia sebagai inkarnasi dari Allah untuk mengantikan kita dan Dia rela mati tersiksa dikayu salib sebagai ganti kita yang harusnya mati sebagai orang2 yang berdosa (sebab upah dosa ialah "maut" - Roma 6:23).
Diatas kayu saliblah bertemunya KEADILAN ALLAH KEPADA MANUSIA DAN KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA.
penyaliban Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi sejak ratusan tahun sebelumnya, saya beri satu contoh yang paling jelas pada kitab nabi Yesaya yang ditulis sekitar 700tahun sebelum peristiwa penyaliban Yesus:
Yesaya Pasa 53 ayat 1-12:
1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

2. Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

--catatan: bilur-bilur adalah luka menganga akibat bekas cambukan..

6. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

7. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

8. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

9. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

--perhatikan ayat 9 ini: tergenapi ketika Yesus disalib dan berada ditengah2 dua penjahat..

10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

11. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

--lihat ayat ini: kejahatan mereka dia pikul..siapa mereka? yaitu yang percaya kepadaNya (Yesus)

12. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

"Haleluyah puji Tuhan..semua nubuatan nabi Yesaya pada 2700 tahun yang lalu tergenapi di dalam diri Yesus Kristus dan peristiwa penyalibanNya..Amin!!


just share..........  :) :)

Senin, 26 Mei 2014

ARTI HIDUP









Sebenarnya apakah guna orang pintar jika dia ujung-ujungnya akan berakhir dineraka?
sebenarnya apakah kegunaan untuk selalu tampil bersih,ganteng,cantik kalau ujung-ujungya akan berakhir di neraka ?
sebenarnya apakah guna orang sukses jika dia juga akan berujung juga di neraka?
sebenarnya apakah guna menjadi orang yang terkenal kalau
ujung-ujungya akan berakhir juga dineraka juga ?

aku pernah dengar kata seorang pengotbah yang tidak lain adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku dia pernah berkata " 10/20 tahun dari sekarang orang tidak akan bertanya berapa banyak hartamu,berapa banyak mobilmu berapa besar rumahmu karena pada saat kamu mti semua kekayaan itu akan lenyap bersamamu, untuk itu jadilah orang yang mana walaupun sudah mati namanya akan terus dikenang contohnya dengan berbuat kebaikan dengan sesama manusia,membantu para fakir miskin,membantu anak-anak yang tidak dapat berkesempatan sekolah dengan baik dan masih banyak lagi tergantung bagaimana kapasitasmu membantu hal yang dengan demikian kita akan diingat selalu sebagi orang yang sangat berjasa dalam hidupnya walau kita tiada nanti"

jadi terserah mau jadi apa kita kedepanya ada ditangan kita sendiri,mau jadi pribadi seperti apa juga bergantung pada pilihan kita, untuk itu marilah secara bijak memilih tujuan hidup kita, setiap keputusan yang kita buat sangat menentukan kita di masa depan nanti.

mau jadi apapun kamu nanti ingat bahwa surga dan nerak itu ada maka mari lakukan segala sesuatu secara bijak dan benar di mata Tuhan agar kelak di akhir hidup kita, kita bisa berbahagia disurga selamanya..

"Thinkagain" !!

SEDIKIT MENGENAI MASALAH PAPUA

 Teman-teman mungkin kalian punya cita-cita lain untuk membangun papua kedepan, setelah lulus kuliah.
punya istri/suami cantik/ganteng,  seteleah itu menikah lalu beli mobil bagus/rumah bagus/keluarga sejaterah dan masih banyak lagi, mungkin menurut kalian itu adalah pencapaian terbaik yang pernah akan kalian capai dan idam-idamkankan selama masa study dulu, namun ini hanyalah sedikit menurut  saya karena anda kamu tidak berjasa untuk papua sama sekali.
            Saya cuma mohon bantuan keikhlasan dari hati yang paling dalam bahwa jika sukses nanti jika ada kesempatan tolong bantu buktikan dan bantu bahwa kematian mereka tidaklah sia-sia...   
dengan cara apa saja, tolong jangan mudah terpengaruh,   ini bukan SARA atau pengelompokan atau sejenisnya (untuk yang pernakan atau campuran atau sebagainya yang merasa papua tapi tidak hitam dan keriting rambutnya)  cuma beritauh kalau yang kekerasan seperti ini ini masih terjadi...

           Banyak orang berencana sesuatu untuk papua tapi setelah pulang dan masuk dalam sistem pemerintahan ia malah sibuk mengurus pemerintahan jalankan perintah dari atasan, ditawarkan uang yang melimpah sehingga mereka lupa akan tumpahnya darah pejuag papua,ibu-ibu dan anak-anak yang mati beberapa tahun silam. 

          Kami mahasiswa Perantau adalah harapan terbesar Papua setelah mahasiswa yang berkuliah dipapua, disini bukan membanding-bandingkan tapi lebih ke pentingnya tujuan kita sebagai pelajar papua, saya malu dan salut waktu baca di salah satu website yang menceritakan Bpk.Daniel Alexander yang meluangkan seluruh hidupnya untuk papua yang tidak lain adalah orang yang menyekolahkan saya hingga sekarang kuliah disalah satu kampus terbaik diindonesia, yang membuat saya malu di akhir websitenya ada yang berkometar " INI BUKTI BAHWA ORANG LUAR LEBIH PEDULI DARI PADA ORANG PAPUA SENDIRI "  mungkin contoh lainya lagi coba kita lihat pemilik "BUKU UNTUK PAPUA"  bukan orang papua sendiri dan juga mungkin pernah dengar beberapa film ternama di indonesia seperti "DENIAS,DITIMUR MATAHARI dan CINTA DARI WAMENA" yang temanya megangkat  masalah pendidikan dan yang temanya megangkat masalah  AIDS,  saya malu jadi penonton.

Harusnya kita yang lahir dan besar disana lebih tauh masalah  yang berkarya atau melakukan sesuatu yang berguna untuk papua, bukan orang lain, tapi begitulah yang sekarang lagi terjadi jadi  mohon bantuannya saudara-saudara papua yang berpendidikan untuk memperhatikan masalah ini. 

"KALAU KAMU PAPUA,SA PAPUA KITA SEMUA PAPUA, APA YANG BISA KITA BERIKAN UNTUK PAPUA" ?  apa kita masih akan menunggu orang-orang asing terbaik lainya yang datang  ke papua untuk membangun papua?  sementara kita sibuk memperjuangkan cita-cita sejati kita ( memiliki istri  dan suami cantik/ganteng,punya mobil berkelas (BMW  dan keluarga merek ternama lainnya)serta memiliki kelurga yang sejahtera saya pikir itu bukan ha terbaik saat ini mengingat keadaan papua saat ini.

Kita juga tauh ibu-ibu dipapua masih jualan di lantai atau pinggir-pinggir jalan, yang berkebun dan yang melaut masih menggunakan alat dan cara-cara yang tradisioanl, miris meamng lihatnya tapi itu sudahlah yang terjadi, masalahnya samapai kapankah itu? apa akan begini terus atau masih tungguh orang luar lainya datang lagi,dan melakukan hal-berbeda untukk kita ? sementara kita masih sibuk perjuangkan keluarga sejahtera dan kekayaan mewah. hm :(






Kamis, 17 April 2014

NOKEN PAPUA



Noken merupakan tas tradisional masyarakat papua  yang umumnya lebih sering dipakai oleh orang yang bermukim di daerah pegunungan, dan biasa dibawa dengan menggunakan kepala untuk ukuran besar dan bisa di gandeng jika ukuranya kecil perli diketahui bahwa bahan dasar nokenya ialah bahan baku kayu pohon Manduam, pohon Nawa atau Anggrek hutan dan kulit Rotan. Masyarakat Papua biasanya menggunakan Noken untuk bermacam kegiatan, Noken yang berukuran besar dipakai untuk membawa barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, atau bahkan digunakan untuk menggendong anak. Sedangkan yang berukuran kecil digunakan untuk membawa barang-barang pribadi. Keunikan Noken juga difungsikan sebagai hadiah kenang-kenangan untuk tamu dan dipakai dalam upacara. Sama dengan tas pada umumnya noken juga digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Noken Terbagi menjadi dua jenis saat ini yaitu Noken berbahan benang dari pabrik dan noken dengan benang berbahan tradisional, noken dengan benang  pabrik disebut sebagai noken modern dan noken dengan benang buatan tangan disebut noken asli (noken tradisional)

berikut contoh beda noken dengan benang buatan tangan dan noken dengan benang buatan pabrik

Noken (berbahan serat kayu)



























Noken modern( berbahan benang pabrik)
noken berukuran besar untuk jualan,hasil kebun dll.


noken berukuran kecil (untuk di bawa sehari-hari layak ransel)

Noken berukuran besar buat gendong bayi
     Ternyata noken ini di sudah daftarkan ke UNESCO sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia dan pada 4 desember 2012 cira khas dan keunikanya, 
Noken ini sendiri asli buatan mama-mama di Papua, tas tradisional Noken ini merupakan simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua terutama untuk kebanyakan masyarakat Papua yan bertempat tinggal di daerah Pegunungan Tengah Papua seperti suku Mee/Ekari, Damal, Suku Yali, Dani, Suku Lani (penduduk yang bermukim di pegunungan)dll.

Yang menarik dari Noken ialah dahulu  noken bisa melambangkan kedewasaan perempuan itu. Karena jika perempuan papua belum bisa membuat Noken dia tidak bisa dianggap dewasa dan itu merupakan syarat yang menandakan dia sudah layak berkeluarga.



Contoh lain noken berbahan Serat Kayu (noken asli)


semoga membantu informasinya :)


AKU PAPUA

Sejuta senyuman yang ku punya.kebahagiaan yang kupunya,hak kebebasan yang kupunya,keluarga yang kupunya,sahabat sejati yang ku punya,perbedaan yang ku punya,kekayaan yang ku punya, sejuta cinta yang kupunya, hitam kulit yang ku punya,keriting rambut yang kupunya dan keindahan alam yang kupunya semua itu membuktikan bahwa bahwa aku anak papua dan aku berbeda
 Aku tak pernah tauh  jika ternyata aku akan lahir berbeda ditanah yang begituh kaya akan kaya alamnya. apakah aku terlalu sibuk mengurusi penampilanku sehari-hari ? mengururi  hal sia-sia yang aku buat demi  popularitasku ?  menceritakan kejelekan budaya suku lain demi membela sukuku kepada orang yang tidak berhak ?
kujual orangku sendiri  yang berjuang demi tanah kekayaan yang diberikan Tuhan kepada ku,
sepertinya aku terlalu sibuk dengan perkembangan dunia yang semakin maju yang sebenarnya belum cocok untukku, aku terlalu sibuk mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting buat masa depan Papua,  aku mencoba menunjukan diriku sebagai mahasiswa dari timur yang berprestasi yang kuliah diluar negeri,yang kuliah di luar papua,aku terlalu gengsi dengan pendidikanku,aku terlalu sombong meminta uang tiap bulan untuk pendidikanku, apakah aku memang benar-benar serius belajar menggunakan uang itu ditempat prantauanku ini? atau aku menghabiskanya hanya untuk bersenang-senang? sementara apa pekerjaan ibuku,ayahku,neneku,kakaku,sepupuku,keluargaku, aku merasa aku berbeda jauh 5 level DI ATAS  rata-rata  keluarga orang-orang papuaku tapi sebetulnya  MEREKA TIDAK BUTUH SEBERAPA KERENNYA AKU,SEBERAPA CANTIKNYA AKU,SEBERAPA GANTENGNYA AKU,,,  SEBERAPA MODERNYA AKU,
 nelayan Papua 
LIHAT !!! ibu-ibu di papua masih jualan beralaskan karung dilantai lihat sementara para perantau pen begitu mudahnya mendapat tempat berjualan yang pua sementara ibu-ibu kita masih belum mendapat tempat jualan yang lebih layak, lihat ayah temanku yang tiap hari menjala ikan dilaut pulang dengan hasil yang seadanya sehingga bingung mau dijual atau untuk dikonsumsi ? hari-hari mereka mencari dengan peralatan pancing dan perahu yang sederhana saja.
               
            Sudah bertahun-tahun orang-orangku dan keluargaku seperti itu namun aku tidak merasakan hal itu karena aku asik dan sibuk mengikuti perkembangan modern yang terjadi seperti makan-makanan modern ( hot-dog,KFC,Hoka-hoka Bento dll.), sibuk mengikuti tren-tren baru dalam bergaya, aku sibuk mempopularitaskan diriku,
 sementara itu lihat  KELUARGAKU YANG BERADA DI DATARAN PEGUNUNGAN DAN KELUARGAKU YANG BERADA DI PESISIR hari-hari mereka tetap melakukan dan mencari uang demi pendidikanku sehari-hari sementara saya disini menghabiskan uangnya demi gaya hidup saya yang  terus update tiap tahunya.

Bukankah kewajibanku  sebagai pelajar yang sudah merantau ditanah orang aku yang harusnya bertanggung jawab kepada mereka dan mengajar bagaimana cara berkebun yang modern yang lebih canggih dan mudah, bagaimana cara memelihara ternak yang lebih baik, bagaimana cara
mencari ikan dengan alat-alat pancing  yang kebih modern dan cara membudi dayakan ikan yang baik? itukan tanggung jawab saya? sekali lagi saya tidak sadari itu....

AKU LUPA....  AKU TERLALU SOMBONG.... AKU TERLALU MENUNJUKAN DIRIKU SEBAGAI ORANG YANG BERPENDIDIKAN DI KELUARGA SAYA, MENUNJUKAN KEBOLEHAN SAYA  BAHWA SAYA ADALAH SEORANG YANG TELAH MENUAI PENDIDIKAN DI LUAR PAPUA....

Tiap tahun sekali saya pulang Papua sebenarnya apa yang saya tunjukan dan bawa? apakah agar mereka simpati  pada saya dan sedih kepada saya lalu memberikan saya uang atau atau saya yang tidak tauh diri menunjukan diri sebagai pelajar yang mengemis ke mereka untuk hal-hal yang sia-sia seperti penampilan saya, agar sama kaya didunia luar,agar mirip seperti artis favorit saya, mirip seperti atlit favorit saya, APAKAH ITU BERGUNA UNTUK KELURGAKU DIPAPUA?  tentu saya tidak sadari itu karena bagiku aku akan menarik perhatian Pria/wanita ditempat pendidikanku, sehingga saya harus tampil lebih modern,.lebih gaul mengikuti perkembangan style yang terjadi dari tahun ke tahun tidak terasa uang yang sudah saya habiskan  dari hasil keringat orang tua saya,, sudah menginjak hampir 50 puluhan juta karena saya sudah 4 tahun lebih menempuh pendidikan dan belum lulus-lulus, yah Tuhan saya tidak pernah sadari itu,sekali lagi karena hanya karena hal-hal yang sia-sia aku tak pernah sadari kalau ternyata sudah bertahun-tahun lamanya ibu-ibuku berjualan dilantai,di pinggir jalan. 
Ibu-ibu papua jualan di pinggir jalan
SEPERTINYA AKU TERLALU SIBUK MENILAI SUKU ITU KETINGGALAN JAMAN, SUKU ITU BUDAYANYA MEMALUKAN, SUKU SAYA LEBIH MODERN,BUDAYA SAYA LEBIH TERKENAL, BUDAYA SUKU MEREKA ANEH. Aku terlalu sibuk menilai adat dan budaya dari setiap suku, terlalu sibuk membandingkan suku yang satu dengan suku yang lain, melakukan penilaian-penilaian yang seharusnya tak saya lakukan.....

SAYA SEBAGAI MAHASISWA YANG BERASAL DARI PAPUA YANG MENEMPUH PENDIDIKAN DILUAR PAPUA,  SAYA YANG KULIAH DILUAR NEGERI, SEBAIKNYA HARUS MULAI BERPIKIR DARI SEKARANG APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK KELUARGA-KELUARGAKU  YANG ADA DI PEGUNUNGAN DAN YANG ADA DIPESISIR SETELAHA AKU BALIK DARI TEMPAT PENDIDIKANKU NANTI...

ONE WAY, ONE TRUTH,ONE LIFE












Minggu, 31 Maret 2013

BUDAYA PAPUA


Berbicara tentang Budaya Papua Barat adalah pekerjaan yang sangat sulit, karena mereka hampir tidak memiliki kebudayaan, setiap kelompok, atau klik setiap perilaku khusus mereka sendiri atau kebiasaan yang tidak berhubungan, bahkan antara rumah ke rumah. Ada variasi besar, budaya dari orang-orang yang mempunyai hubungan sedikit dari satu ke atas lain untuk mereka yang memiliki hubungan pasti tidak diamati. Hubungan mereka pada dasarnya didasarkan pada hubungan silsilah yang sebagian besar juga teratur. Hal ini ditambah lagi oleh puluhan bahasa berbeda yang diucapkan oleh setiap klik atau kelompok, sebagai blok batu yang sangat besar untuk memahami seluruh situasi.
The Dani by Bob Hale

                    Di antara mereka ada beberapa budaya sederhana yang sudah terkenal seperti suku Baliem, suku Dani, suku Yali, dan suku Agat. Tapi hampir semua dari mereka secara fisik memiliki karakteristik yang sama. Di masa lalu sebagian besar dari mereka tinggal jauh di dalam tanah dalam dan di kaki gunung, beberapa dari mereka membangun sarang mereka di pohon-pohon. Dengan kesatuan Papua Barat ke dalam Republik Indonesia, pemerintah telah mencoba untuk membujuk mereka untuk hidup dengan cara yang lebih menetap dengan lahan pertanian, sehingga beberapa dari mereka pergi ke daerah terbuka dan daerah yang lebih dibudidayakan, dan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru yang dipelopori oleh migran dari daerah lain di Indonesia, seperti di sekitar pantai Utara, kota-kota dan pusat-pusat pemerintah daerah.

Faktor utama dari mentalitas yang rendah yang tidak kondusif bagi perkembangan mereka adalah kehidupan yang ekstrim primitif mereka dan sistem sosial. Tapi kehidupan primitif mereka adalah daya tarik utama bagi para ahli serta wisatawan untuk mengunjungi Papua Barat. Hal ini terkenal hanya karena mereka primitif, dengan perumahan mereka juga sangat sederhana dalam harmoni besar dengan alam, karena mereka masih tidak memakai kain, sebagai kepala suku mereka korps disimpan selama bertahun-tahun di rumah sebagai mumi, dan pesta babi mereka.
papua (merauke 1930an)

Orang-orang Papua Barat menunjukkan berbagai macam budaya dan bahasa, meskipun secara fisik etnis seluruh yang hidup hari ini terlihat sama, bahwa mereka menunjukkan Karakteristik Melanosoid. Dilihat dari berbagai budaya mereka seluruh rakyat Papua Barat dapat dikelompokkan sangat kasar berdasarkan daerah seperti, Cendrawasih daerah, Cendrawasih pantai dan itu pulau penduduk kawasan mangrove Utara, penduduk sekitar lahan Wijaya Jaya tinggi, orang hidup di Savannah daerah Selatan. Di antara mereka beberapa etnis telah diberi nama dan dikenal dengan baik seperti Dani, Agat The dan Yali. Variasi budaya mereka dapat dilihat dari hidup mereka atau ekonomi, seni, dan sistem sosial selain itu ada variasi besar bahasa. Secara umum variasi bahasa menunjukkan kelompok keluarga Melanesia dan ada yang spesifik dari bahasa Papua Barat yang antara bahasa Papua Barat sendiri menunjukkan variasi yang besar lebih lanjut. Bahasa Melanesia merupakan bagian dari bahasa banyak digunakan disebut Austronesia. Kelompok bahasa yang diucapkan pada area dari Madagaskar ke Paas pulau di samudra Pasifik dan di sebelah utara berbatasan dengan Taiwan dalam. Inventarisasi bahasa Papua Barat yang tidak dikelompokkan sebagai bahasa Melanesia telah dilaporkan oleh fakultas Antropologi, Universitas Indonesia pada tahun 1963, diedit oleh Prof Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar. Wilayah Teluk Cendrawasih dan di sepanjang pantai utara Papua Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki berbagai kelompok bahasa dengan jumlah kecil pembicara, anggota dari kelompok bahasa tertentu dapat 100 orang atau bahkan kurang. Variasi ini ekstrim dapat ditelusuri kembali ke prasejarah ketika waktu mereka migrasi dari satu tempat ke tempat penduduk mereka saat ini. Sejak saat itu kondisi kehidupan terisolasi antara satu sama lain berlanjut sampai kemerdekaan Indonesia. Teori linguistik isolasi telah menjelaskan tentang kesamaan kata-kata utama dan pengembangan untuk variasi lebih lanjut dari sebagian besar kata-kata. Bahkan India dan ahli bahasa menggunakan teori geometri untuk memperkirakan waktu bahasa mulai masuk ke kelompok yang berbeda dengan menganalisis 200 kosakata dasar. Sepanjang pantai utara Papua Barat aliran beberapa sungai seperti Woska, Tor, Bier, Biri, Wirowai, Toarim, dan Semowai. Sungai-sungai berasal dari goutier gunung, Karamour, dan Bonggo.

Multi berbagai kelompok etnis kini tinggal di sepanjang pantai Papua Barat berasal dari dataran tinggi yang mendalam pada sumber sungai. Mulai bermigrasi sekitar 300 tahun yang lalu, dan beberapa mulai 2 generasi yang lalu. Fenomena bergerak dari dataran tinggi ke pantai masih berlanjut. Mereka membangun pemukiman mereka di belakang pantai pasir di daerah berawa. Pada tahun 1920 ada sekitar 24 pemukiman dan pindah dengan paksa oleh Belanda untuk menetap di pantai dengan alasan kesehatan dan fasilitas kontrol. Untuk 24 permukiman dengan bahasa dapat dikelompokkan menjadi 7 bahasa yang milik kelompok Melanesia. Selama periode pengamatan antara 1940-1963 tingkat kelahiran sangat rendah dengan migrasi orang ke kota, jumlah penduduk di pantai utara telah menurun rumah mereka dibangun di atas tiang-tiang kayu dengan ketinggian total sekitar 4,5 meter, dan 4x5 meter. Sebuah rumah terdiri dari 2 atau 1 kamar untuk tidur, dan rumah lain berdiri untuk memasak bahan untuk membuat rumah adalah pondok-pondok kayu, diikat dengan rotan, dinding modus daun kelapa, lantai terbuat dari kulit bakau, dan atap dari daun kelapa dan cabang mangrove yang diajukan indah. Dalam frase membangun rumah pesta besar diperlukan, dan bertukar hadiah bagi mereka yang membantu dalam gedung masih bagian yang sulit dari proses.
Papua pesisir (tariaan ada papua-yospan)

Penghidupan utama dari orang-orang di pantai utara Papua Barat adalah Sagu (esensi dari pohon-pohon palem). Mereka pertanian sagu adalah hutan sagu alam yang terletak 4 sampai 5 km dalam pedalaman. Setiap keluarga tidak memiliki batas yang jelas dari pertanian di mana mereka memiliki daerah mereka sendiri atau di mana adalah milik orang lain. Pohon Sagu dengan usia antara 8 sampai 12 tahun siap untuk dipanen. Di pantai utara pekerjaan panen sagu adalah baik untuk pria dan wanita, sedangkan di daerah sumber sungai ini eksklusif karya perempuan, sedangkan laki-laki adalah pemburu dan penggarap tanah. Mereka berburu berbagai hewan seperti tikus, babi, burung casuary, kanguru, ular, dan kadal. Sangat kecil berharap dari mereka untuk mengolah tanah dengan cara yang lebih sistematis. Mereka hanya tanaman di ada pengobatan yang baik antara kawasan hutan, kemudian meninggalkan daerah tidak diobati untuk membuka tempat-tempat lain, tanah diabaikan tidak akan diambil alih oleh orang lain meskipun setelah lama lahan mendapatkan kembali itu kesuburan. Ini mungkin pilihan yang masih besar, dan bagi mereka mengolah tanah tidak menarik pada tidak penting. Kelapa makan atau kopra merupakan salah satu produk dari pantai Utara yang dimulai pada 1920 ketika pemerintah Belanda mengambil penduduk pulau Masimasi sebagai relawan dari kelapa tumbuh yang mengakibatkan ribuan pohon kelapa dihiasi pantai. Dalam perjalanan waktu ini perkebunan besar terus menerus terdegradasi sampai tahun 1962 telah benar-benar dalam kesulitan dan menghilang sistem kekerabatan mereka hampir sama dengan masyarakat Indonesia lainnya, dengan unit terkecil adalah keluarga dan anak-anak mereka rata-rata 4 orang per keluarga. Beberapa keluarga adalah keluarga besar di mana kakek-nenek hidup juga di rumah yang sama. Tradisi penamaan mereka mendapat pengaruh dari Belanda Kristen sehingga mereka digunakan mengkonversi nama samping nama keluarga yang diambil dari / nya nama ayahnya. Sebelum konversi ke Kristen kekerabatan asli harus telah ada dibuktikan dengan istilah "Auwet", dalam sebuah Auwet ada nama yang menunjukkan kesamaan. Sebagian besar kemungkinan bahwa sistem kekerabatan Auwet adalah sistem patrilineal. Pernikahan pun telah memperkenalkan hadiah pertukaran sebagai etnis tradisional Indonesia lainnya, terutama keluarga muda harus memberikan pertukaran kepada keluarga gadis. Pesta selama acara sosial juga dikenal sama seperti daerah tradisional Indonesia. Ini auwets dikatakan memiliki spesialisasi seperti Auwet dari Bagre dan Maban memiliki anggota yang terampil dalam peperangan. Auwet Kibuan dan Abowei yang tinggal di lahan kering yang tinggi keterampilan dalam budidaya lahan. Auwet Masing-masing memiliki rumah besar mereka di kutub mana yang penting dan peninggalan dari keluarga yang diawetkan seperti seruling. Selama relokasi pada tahun 1920 dari daerah rawa ke pantai semua rumah mereka dibakar, dan tradisi Auwet dan warisan mereka menjadi hilang saat pendaftaran oleh guru dari Ambon, ditemukan bahwa kelompok tertentu bantalan kesamaan nama dan kelompok ini adalah disebut "fam". Penyusunan pemuda untuk memeriahkan seorang gadis adalah koleksi shell disusun menjadi dekorasi shell besar yang disebut "krae" kalung diatur dari gigi anjing, ikat pinggang terbuat dari perhiasan, dan tali yang terbuat dari kulit kayu. Dengan adanya barang impor yang dijual oleh Cina, mereka juga mengumpulkan piring, alat-alat dapur, makanan, terutama kaleng dan lain-lain. Semua bahan ini akan digunakan dalam pertukaran untuk gadis itu. Ini adalah hal yang besar dan sulit untuk dilakukan, itulah mengapa seorang pemuda mendapat bantuan dari saudara ibunya dalam mengumpulkan karunia ini dan seringkali membutuhkan waktu yang lama. Kekayaan ini diberikan kepada keluarga gadis itu setelah upacara pernikahan selesai dan dilanjutkan dengan pesta khusus. Setelah ini pesta tradisional ada satu upacara lagi di gereja. Menurut tradisi beberapa pengantin baru harus membangun rumah baru, tapi ini sesuatu yang terlalu keras, di samping biaya bangunan juga pesta yang diperlukan adalah neraka. Jadi dalam kenyataan untuk pasangan baru hidup verilocally (tinggal dengan keluarga suami), namun ada pula yang hidup uxorilocally (dengan keluarga istri) yang sebenarnya jarang di antara masyarakat.

papua dengan baju adatnya (papua gunung)

Noken (tas traditional Papua)


Kehidupan sosial di desa-desa seluruh pantai Utara benar-benar sangat lemah dan seperti ada aphatism besar di antara anggota. Pemerintah instruksi untuk pemeliharaan lingkungan desa, kehidupan ekonomi dan sosial dianggap sudah selesai ketika telah diumumkan. Tidak ada inisiatif diri lebih lanjut dari kehidupan yang lebih baik. Tidak ada pemimpin yang timbul di antara mereka. Kebanyakan pemimpin yang bisa memobilisasi mereka adalah Ambon, orang Cina, dan lainnya dari pusat Indonesia yang bekerja di sana. Ini memang sebuah penghalang besar untuk mengembangkan masyarakat. Mereka tidak menanggapi modernisasi direncanakan oleh pemerintah. Ini memang mereka akan sangat mudah terprovokasi oleh orang atau negara untuk memasukkan kepentingan mereka di Papua Barat.

Beberapa anggota Kongres Amerika Negara yang tidak tahu tentang apa pembangunan di Papua Barat menggunakan situasi ini bergerak mereka, seolah-olah mereka adalah orang liar dari warga Papua Barat terprovokasi. Selain itu kelompok dipisahkan yang mungkin berasal dari nenek moyang yang sama yang jumlahnya banyak tenang sekarang selalu rawan perang. Di masa lalu perang yang begitu banyak, dan setelah kemerdekaan Indonesia tentara ditekan mereka untuk tidak bermain warefare, seperti perang selalu menyebabkan banyak kematian. Thier sistem perang adalah bahwa jika 1 kelompok hilang 1 orang, maka perang akan terus tanpa akhir sampai lawan mereka juga kehilangan 1 orang. Jika saldo hilang tidak tercapai daripada perang bisa sangat parah. Pada tahun 2006 dan 2007 minimal 5 perang terjadi lagi di antara kelompok-kelompok, dan tentara dan polisi Indonesia tidak ditekan mereka karena mereka affraid disalahkan untuk menempatkan masyarakat setempat di bawah pelanggaran oleh beberapa negara dan orang-orang yang tidak suka Indonesia. Jika keseimbangan hilang dapat dicapai bahwa pertemuan perdamaian akan dilakukan oleh pembakaran batu.

Mengapa Jarum Jam Bergerak ke Kanan?


Pada jaman dulu jam adalah benda mewah yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang “beruang”, bentuknya pun masih berukuran besar. Tapi kini jam telah menjadi perlengkapan yang wajib dimiliki, ukurannya juga sudah banyak berevolusi. Pernahkah terpikirkan oleh Anda, mengapa jarum jam bergerak ke kanan? Sekilas hal kecil seperti ini memang nampak sepele, namun ada sejarah mengapa jarum jam bergerak ke kanan.




Dahulu sebelum jam ditemukan beberapa suku dan bangsa kuno sudah mengenal sistem waktu dengan cara pengukuran yang berbeda. Bangsa mesir merupakan salah satu bangsa yang pada waktu itu sudah bisa mengamati waktu dengan memanfaatkan pergerakan matahari . Mereka mendirikan sebuah tugu yang disebut obeliks, ketika matahari bergerak maka bayangan dari tugu tersebut juga akan bergerak, dari sanalah mereka mengukur waktu. Karena matahari terbit dari timur dan Mesir berada di belahan dunia bagian utara maka ketika matahari bergerak bayangan dari tugu obeliks pun bergerak ke kanan.
Itulah alasan kuat mengapa akhirnya jarum jam dibuat bergerak ke kanan, seandainya Mesir berada di belahan dunia bagian selatan mungkin kita akan melihat jarum jam bergerak ke kiri




Selasa, 05 Maret 2013

Suku Mee dan Migani di Paniai



suku mei di paniai

Seitar akhir tahun 30-an Belanda mencapai Kabupaten Paniai dan waktu itu masih disebut sebagai wiselmeren, ini menjadi babak baru pertemuan antara masyarakat asli-suku Mee di bagian barat dan suku Moni di bagian timur dengan orang luar. Melalui ekspedisi di bawah pimpinan Pastor H. Tillemans pemerintah Belanda mendirikan pos misi atau disebut juga pos pemerintahan di Enarotali.
ENAROTALI atau biasa disebut Enaro di Kecamatan Paniai Timur hingga kini masih menjadi pusat pemerintahan meski mengalami perbedaan luas dan status wilayah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1996 Kabupaten Paniai dimekarkan menjadi Kabupaten Administratif Paniai dan Puncak Jaya. Sementara itu, Kabupaten Paniai lama berganti nama menjadi Nabire. Tiga tahun kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 status Paniai ditingkatkan dari kabupaten administratif menjadi kabupaten devinif/otonom.
Sudah tujuh tahun pemekaran terjadi, namun tujuan memperpendek rentang pemerintahan dan mempercepat pembangunan masih terkendala pada letak geografis. Berada di ketinggian mecapai 2.000 meter dengan topografi bergunung dan berlembah menjadikan Paniai terisolasi.
Kecamatan Sugapa, Homeyo, Agisiga, dan Biandoga tidak dapat dijangkau melalui darat, satu-satunya transportasi adalah pesawat terbang, jika tidak ingin berjalan kaki seharian.
Paniai memiliki 15 lapangan terbang, 11 di antaranya milik swasta dengan bandar udara utama di Enaro. Trigana, Merpati, AMA, dan MAF adalah maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah ini.
Ubi jalar yang dalam bahasa Mee disebut “Nota” menjadi makanan utama penduduk di perkampungan merupakan produksi tanaman pangan terbesar yang mana pada tahun 2002 mencapai puncak produksi tertinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Ubi jalar “Nota” lazim dimasak dengan cara yang sangat khas, yaitu bakar batu atau dikenal dengan istilah barapen. Tehnik memasak ini lazim digunakan oleh masyarakat pegunungan tengah Papua.
Batu yang membara sehabis dibakar, digunakan untuk mematangkan “Nota” yang ditutup daun. Hingga kini belum ada industri kecil atau industri rumah tangga yang mengolah nota menjadi kripik, dodol tepung, atau dikemas dalam bentuk lain yang tahan lama.
Dalam kondisi normal kebutuhan nota dipenuhi dari hasil panen lokal, jika terjadi banjir atau kekeringan. Pada saat banjir, pohon-pohon tergenang air dan akhirnya membusuk. Sebaliknya, di kala kering pohon-pohon mati kekurangan air. Yang terjadi kemudian adalah kekurangan pangan.
Daerah bersuhu rendah dan berkelembaban tinggi seperti Paniai, tak banyak tanaman pangan yang bisa tumbuh seperti padi atau kelapa. Pertanian masih dilakukan dengan pola tanam yang sangat sederhana, meski lahan pertanian sudah menetap. Bukan cangkul apalagi traktor yang digunakan, melainkan kayu yang menjadi andalan pengolahan lahan pertanian. Kayu dianggap lebih cepat menghancurkan tanah. Di sini peran wanita petani sangat besar karena setelah petani pria membuka lahan, urusan bercocok tanam selanjutnya sepenuhnya tanggung jawab petani wanita.
Pengangkutan barang dan komunikasi dari dan ke Paniai selama ini melalui Kabupaten Nabire dengan moto Paniai "aweta ko enaa agapida me", artinya hari esok lebih baik dari hari ini, setidaknya menunjukkan semangat untuk mencapai kemakmuran dan kemajuan di masa mendatang.

Selasa, 10 Januari 2012

Papua penuh Kasih






Orang Papua penuh dengan Kasih karena mengenal Kristus yang adalah Kasih itu sendiri. Namun, akhir-akhir ini orang Papua harus sedikit memberontak dan melawan karena merasa dirinya tidak diperlakukan secara Kasih oleh orang yang mengaku sebagai saudaranya sendiri. Ini semua salah siapa? Apa yang harus diperbaharui? Jawabannya kembali kepada kesadaran akan Kasih itu sendiri. Orang boleh belajar untuk berbuat baik, tetapi baik yang seperti apa? Baik tidak bisa menjadi patokan sebab kadang kebaikan disertai dengan maksud dan tujuan yang jahat. Kita juga boleh untuk belajar melakukan sesuatu yang bijak, tetapi kadang hal yang bijak itu hanya menguntungkan sebagian orang saja. Kasih membuat kita berkonsekuensi untuk melakukan semua hal yang positif seperti mengampuni walau disakiti, mendoakan walau dikutuk, memberi tanpa mengharapkan balasan, memperlakukan orang lain dengan baik seperti memperlakukan diri sendiri, dan masih banyak lagi. Kunci untuk dapat melakukan Kasih dengan sepenuhnya adalah mengenal wujud Kasih yang Sempurna yaitu Kristus Tuhan itu sendiri. Dengan demikian, jika setiap orang sudah sadar akan kasih maka tidak akan ada lagi permusuhan atau pertikaian, perbudakan atau perhambaan, serta penindasan atau kekerasan."

Minggu, 19 Juni 2011

PAPUA MENGENAI PERBEDAAN BUDAYANYA

Kata banyak orang hidup itu indah dan perlu dinikmati, namun kata beberapa orang berpendidikan hidup itu memang indah dan harus dinikmati namun butuh perjuangan besar, namun menurut Alkitab hidup indah dan nikmat itu perlu namun harus dijaga batasanya. kali ini aku ingin berbagi tentang budayaku papua, perlu diketahi bahwa sampai akhir tahun 2010 kemarin jumlah suku dipapua berjumlah hampir 200 lebih dari yang hidup dipulau, di pesisir,dan di pegunungan berikut beberapa kabupaten yang berada di pesisir yaitu :NABIRE, MERAUKE, MANOKWARI, SORONG. FAKFAK, JAYAPURA, dan beberapa kecamatan lainya. Berikut adalah beberapa kota kab/kecamatan yang terletak diperpulauan diantaranya; BIAK, SERUI, WASIOR, RAJA EMPAT, MAMBERAMO, HARITI dan beberapa kecamatan disekitarnya, dan yang terletak di daerah pegunungan ialah : MULIA,WAMENA,PANIAI,INTAN JAYA, PUNCAK PAPUA,TOLIKARA dan beberapa kabupaten lainya. saya disini akan menjelaskan secara singkat mengenai perbedaan budaya dari beberapa kota berdasarkan letak dan tempat tinggal penduduknya yang telah saya sebutkan tadi, 

Dipapua begitu banyak, mulai dari cara berpakaian,makanan pokok,mendapatkan makanan,pernikahan,upacara pernikahan, upacara jemput tamu,upacara ulang tahun pokonya banyak macam namun saya hanya menjelaskan garis besarnya saja. jika kita lihat garis besarnya hampir semua penduduk yang tinggalnya di pegunungan dan pesisir begitu berbeda, jika di pesisir mencari makan dilaut dengan melaut di pegunungan mencari makan dengan cara berburu dan berkebun. namun saya tidak bisa menjelaskan satu persatu secara rinci karena saking banyak dan bermacam-macam, ini hanya sekedar  pengingat pada kita semua terutama putra-putri Papua agar jangan pernah lupa diri dari mana asal kita dan siapa kita sebenarnya  sehingga dengan demikian ketika kita kembali ke kampung kita, kita dapat diandalkan oleh masyarakat yang ada dikampung kita.
        semoga dengan sedikit perbedaan budaya yang dijelaskan saya diatas tidak menjadi faktor pembeda antara yang mana yang tinggal di pegunungan dan yang mana yang tinggal didaerah pesisir tapi melaikan mari dengan perbedaan budaya itu kita bersepakat membangun PAPUA dimasa yang akan mendatang..   

Minggu, 14 November 2010

Budaya papua dan kelebihannya

Terutama untuk sobat-sobat kitorang Yang dari Papua harus ingat Tanah kelahiran kita yang tercinta Papua yang masih kaya dengan Alam dan Budaya nya , Bagi saya sendiri saya sangat bersyukur saya lahir di kota yang paling timur itu, kenapa ? karena  bagiku di kota ku itu biar tidak ada uang sampai keadaan kritis sekalipun kami sekeluarga bisa makan, minum dan melakukan aktifitas sehari-hari tanpa halangan apapun . pertanyaan kedua kenapa itu bisa terjadi ?. menurut yang pernah saya lihat dan saya alami Papua mempunyai beberapa hukumyang paling utama dan yang paling sering mereka melakukannya tapi mereka tidak pernah menyadarinya. kenapa tadi saya hanya bilang beberapa..? yang pertama kalian Harus tauh kalau suku-suku di Papua itu jumlah ada 200 san lebih, berhubung saya juga masih sekolah hanya ini yang bisa saya simpulkan dari beberapa informasi yang saya dapat dari beberapa buku dan juga penduduk asli Papua tentunya. berhubung saya ini asli asal Papua saya, inilah beberapa hasil prediksi saya.

1.Tradisi papua mengutamakan Tuhan terlabihi dahulu .
     Kenapa saya katakan demikian? kita tauh sendiri komunitas kristen terbesar di indonesia adalah papua sendiri, dan dalam beberapa budaya yang biasa dan sering dilakukan seperti , bayar denda, masalah keluarga,masalah suku atau masalah Ras antar sodara - sodara papua yang dari pantai dan yang dari gunung pasti ujung-ujungnya penyelesaian tersebut kalu tidak berakhir di kepala suku atau kepala desa pasti berakhirnya di Gereja atau tempat-tempat lain yang mereka anggap enak bicara dengan Tuhan.

2.KASIH     Kenapa saya bilang kasih kasih.? menurut prediksi saya kalau masyarakat papua tidak punya kasih mungkin sekarang masyarakat papua yang asli tidak lagi berjualan dipasar, tapi tapi  kenapa. kenapa?. kalau kamu masih pertannyakan itu !? itu karena masyarakat papua punya kasih makanya hingga saat ini sebagian besar masyarakat Papua masih berjualan di tanah mereka sendiri dari yang berjualan di kelas atas atau kalangan bawahan.

3.Uang 
   Kenapa? menu rut yang saya lihat dan ketahui secara umum sebagian besar masyarakat Papua kalu sudah pegang uang mereka sangat susah mengendalika diri mereke khususnya di cara pergunakan uang di tangan mereka. tidak tahu bagaimana kalau sampai sudah ada di tangan mereka mereka jadi lupah semua yang di rencanaka sebelimnya, akhirnya begitu selesai diboros itu uang baru teringat kembali apa yang mereka rencanakan sebelumnya itu sangat sering ter jadi dikalangan Dewasa maupu di kalangan pemuda dan anak di Papua. untuk sementara sekian dulu,,, nanti saya sambung lagi ya..>>?